.W.A.K.T.U.
Detik jam waktu
Seorang sahabat pernah memberikan saya sebuah puisi berjudul
Pentingnya Waktu. Berikut kutipannya: "Untuk mengetahui nilai satu
tahun, tanyakanlah kepada siswa yang gagal ujian akhir. Untuk
mengetahui nilai satu bulan, tanyakanlah kepada ibu yang melahirkan
bayi prematur. Untuk mengetahui nilai satu minggu, tanyakanlah
kepada seorang editor surat kabar mingguan. Untuk mengetahui nilai
satu jam, tanyakanlah kepada sepasang kekasih yang menanti untuk
bertemu. Untuk mengetahui nilai satu menit, tanyakanlah kepada
seorang yang baru saja ketinggalan bis, kereta atau pesawat. Untuk
mengetahui nilai satu detik, tanyakanlah kepada seorang yang selamat
dari kecelakaan.
Untuk mengetahui nilai satu milidetik, tanyakanlah kepada seorang
yang meraih medali perak di Olimpiade."
Ya, waktu memang sangat penting. Tidaklah berlebihan jika ada orang
yang selalu berdoa dan mengucap syukur atas waktu yang dikaruniakan
Tuhan. "Terima kasih kasih Tuhan atas hari ini karena hamba-Mu masih
Engkau perkenankan melakukan hal-hal berguna demi memuliakan nama-Mu
di muka bumi ini," begitu doa seorang pemuda setiap bangun pagi.
Menjelang tidur, ia pun berdoa, "Tuhan terima kasih atas hari ini.
Terima kasih atas kesempatan yang telah Engkau karuniakan kepada
hamba-Mu ini. Semoga apa yang aku lakukan hari ini sungguh berguna,
tidak hanya bagi diriku tapi juga bagi sesamaku dan yang terpenting
bagi kemuliaan nama-Mu. Barangkali aku memang belum bisa
memanfaatkan waktuku secara maksimal. Semoga aku masih diberikan
kesempatan untuk memperbaiki diri esok hari. Amin."
Ijinkanlah saya menutup jumpa kita kali ini dengan nasihat dari
seorang sahabat, "Seinci waktu adalah seinci emas tetapi kita tidak
dapat membeli seinci waktu dengan seinci emas. Jadi, pergunakanlah
waktumu sebaik-baiknya karena waktu yang telah lewat tidak akan
pernah kembali lagi." ***

0 Comments:
Post a Comment
<< Home